Intermezzo

Mengenal Jenis-Jenis Pondasi yang Populer di Indonesia

Pondasi merupakan suatu konstruksi pada bagian dasar bangunan. Fungsinya untuk meneruskan beban dari bagian atas struktur bangunan secara merata....

Written by Editorial · 1 min read >
proses bore pile pondasi

Pondasi merupakan suatu konstruksi pada bagian dasar bangunan. Fungsinya untuk meneruskan beban dari bagian atas struktur bangunan secara merata. Struktur bangunan bagian bawah ini untuk meneruskan gaya dari segala arah pada bangunan di atasnya ke tanah. Terdapat banyak jenis-jenis pondasi untuk struktur bangunan.

Pembangunan pondasi sangat menunjang kestabilan bangunan terhadap berat dari pondasi itu sendiri. Selain itu, juga untuk menopang beban, gaya luar seperti gempa bumi, tekanan angin dan lain sebagainya. Penurunan yang terjadi pada pondasi dapat menyebabkan bangunan rusak. Kemungkinan lain yang terjadi adalah patahan pada beton. Sehingga penggalian tanah untuk pondasi harus mencapai tanah keras.

Jenis-Jenis Pondasi

Perencanaan pembangunan pondasi dapat menggunakan beberapa tipe. Pemilihannya dapat ditentukan berdasarkan fungsi atau beban dari bangunan yang akan ditopang oleh pondasi tersebut. Selain itu, kondisi tanah juga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan.

Pondasi merupakan bagian terbawah dari bangunan. Sehingga keberadaannya sangat vital untuk mendukung beban serta meneruskan dari beban bangunan. Bentuk pondasi dapat disesuaikan dengan macam bangunan dan keadaan tanahnya. Jenis-jenis pondasi dapat dibedakan menjadi:

Pondasi Bore Pile

Pondasi bore pile dalam pelaksanaannya dikerjakan dengan menggunakan mesin atau alat mini crane. Alat ini dapat digunakan untuk pondasi dengan diameter 30 cm, 40 cm, 50 cm dan 60 cm. Kemudian untuk kedalamannya mencapai 30 meter.

Metode bore pile sering digunakan untuk bangunan di daerah yang penduduknya padat. Kemudian alat mini care ini dipakai juga untuk bangunan lebih dari tiga lantai, pondasi jembatan dan lain sebagainya.

Jenis-jenis pondasi seperti bore file mempunyai banyak keunggulan. Diantaranya adalah saat melakukan pemasangan tidak menimbulkan keberisikan serta getaran yang membahayakan bangunan di sekelilingnya. Kebutuhan beton dan tulangan dowel pada pelat penutup tiang dapat dikurangi sehingga lebih hemat. Kemudian untuk kedalaman tiang dapat divariasikan.

Keunggulan lainnya adalah kolom secara langsung dapat diletakkan di puncak bored pile. Bored pile dapat dipasangkan hingga menembus batuan, diameter tiang dapat dibuat lebih besar. Bahkan ujung bawah tiang bisa dibuat lebih besar untuk meninggikan kapasitas dukungannya. Jika menggunakan pondasi bore pile juga tidak berisiko kenaikan muka tanah.

Pondasi Strauss Pile

Jenis pondasi ini merupakan pondasi yang dibuat dengan tenaga manual sebagai penggerak mata bornya. Dengan kata lain dikerjakan oleh tenaga manusia. Kedalaman serta diameter bor sangat terbatas bila dikerjakan secara manual. Kisarannya adalah 20 cm, 25 cm, 30 cm dan 40 cm. Sementara untuk kedalamannya mencapai 3 sampai 8 meter. Metode strauss pile kebanyakan digunakan untuk pembangunan pagar, ruko, rumah 2 lantai dan 3 lantai.

Kelebihan dari jenis pondasi ini sangat ringkas alatnya, sehingga bisa dibawa kemanapun. Karena hanya menggunakan mata bor dan pipa pemutar, maka tidak membutuhkan mobilisasi. Pengerjaannya memakan biaya yang relatif murah dibandingkan dengan bore pile.

Jenis-jenis pondasi dapat disesuaikan dengan bangunan dan letak tanah. Sehingga dapat ditentukan perbandingan kedalaman dan lebarnya. Pondasi yang kokoh diperlukan karena merupakan dasar struktur bangunan.

Artikel ini disponsori oleh Jasa Arsitek Jogja